48 Foto Kota Gunkanjima, Kota Mati di Dunia

Gunkanjima sebenarnya adalah julukan. Gunkan artinya Kapal Perang, dan Jima (Shima) artinya Pulau. Kalu disambungkan, Gunkanjima bermakna "Pulau Kapal Perang". Dinamakan demikian sebab dari kejauhan siluet pulau ini lebih menyerupai kapal perang ketimbang sebuah pulau.



Nama asli dari pulau ini adalah Hashima. Pulau ini merupakan pulau yang sangat kecil yang mempunyai panjang hanya sekitar 480 meter dan lebar 160 meter ! Total panjang garis pantainya tidak lebih dari 1,2 km. Terletak sekitar 15 km dari kota Nagasaki. Pulau ini sempat mempunyai penghuni untuk 87 tahun, sejak tahun 1887 sampai dengan 1974, sebagai sebuah lahan pertambangan batubara yang dikelola oleh Mitsubishi Corporation. Pulau ini biarpun sangat sempit tetapi dilengkapi dengan berbagai fasilitas hidup bagi karyawan tambangnya yang mencapai ribuan, berikut dengan anggota keluarganya masing-masing. Fasilitas itu mencakup asrama / apartemen, sekolah, pasar, pemandian umum, dsb. Merupakan suatu keajaiban bahwa pulau sekecil itu bisa menyediakan fasilitas selengkap itu.



Ketika masa puncak kejayaan pada saat aktivitas tambang di pulau ini sedang berjalan, populasi jumlah penduduknya mencapai 10 kali lipat populasi penduduk Tokyo, ibukota Jepang, dan dikategorikan dalam titik dengan populasi penduduk tertinggi di dunia. Ketika tahun 1959 misalnya, populasi penduduk di pulau tersebut mencapai 835 orang per hektar (83.500 orang per km persegi), sama dengan 216.264 orang per mil persegi.



Seiring dengan digesernya pemakaian batubara oleh bahan bakar minyak sejak 1960-an, maka aktivitas tambang pun mengalami penurunan, sampai dengan akhirnya Mitsubishi terpaksa menutup kegiatan eksplorasinya di pulau ini ketika tahun 1974. Penghuninya pun terpaksa harus kembali ke kampung halamannya masing-masing yang berada di berbagai penjuru Jepang, dan kemudian pulau ini dibiarkan kosong tak berpenghuni, sampai dengan hari ini. Pulau ini pernah ditutup untuk umum, akan tetapi baru dibuka kembali untuk pariwisata. Entah kenapa pulau ini dikhabarnya mempunyai situasi yang sangat menakutkan.



Berikut adalah foto ekslusif hasil jepretan dari seorang blogger yang nekad mengunjungi pulau tersebut. Si blogger ini memang menyukai tempat-tempat yang seram, dan dia sudah mengunjungi beberapa tempat seram terkenal di Jepang, dan FRnya selalu dia tayangkan di blognya. Berhubung tidak ada pelayaran yang melayani perjalanan ke pulau ini, maka si penulis sampai harus menyari sendiri nelayan nya, dia bernegosiasi dengan nelayan di Takashima untuk membawanya ke sana.













































sumber : http://www.melonproperty.com/blog/in/foto-kota-hantu

Kota Paling Berbahaya Berinternet

Menurut studi terbaru beberapa faktor yang membentuk kebanggan kota semacam titik hot spot WiFi, bisa membuat penduduk kota itu berada dalam risiko kejahatan dunia maya.

Data dari grup Symantec Security Response, yang berhubungan dengan riset dari firma Sperling BestPlaces, baru saja mengeluarkan daftar 10 kota online yang paling berisiko.

Dalam sebuah studi, perusahaan IT tersebut membandingkan jumlah serangan maya dengan beberapa faktor risiko potensial termasuk hubungan dengan kecenderungan dan kecepatan penggunaan akses internet, seberapa banyak penduduk yang menghabiskan waktu dan sumber daya di komputer dan bagaimana perilaku berbelanja mereka secara online.

Seattle berada di posisi puncak. Seattle adalah kota tertinggi untuk perilaku yang berisiko kota ketiga tertinggi untuk akses internet dan pengeluaran konsumen online dan kota ke-enam tertinggi untuk kejahatan dunia maya per kapita.

Adapun yang masuk dalam daftar sepuluh besar adalah :

1. Seattle

2. Boston

3. Washington, D.C.

4. San Francisco

5. Raleigh, North Carolina

6. Atlanta, Georgia

7. Minneapolis, Minnesota

8. Denver, Colorado

9. Austin, Texas

10. Porland, Oregon

sumber : http://lintasraya.blogspot.com/2010/05/kota-paling-berbahaya-berinternet.html

Mengenang Abah Us Us D'Bodors


IST

INILAH.COM, Jakarta – Siapa yang tidak mengenal Abah Us Us, apalagi orang Sunda. Komedian senior ini meninggal dunia, Sabtu (8/5) pagi. Gayanya yang santun, kocak dan dandanan khas peniti besar sulit dilupakan dalam khazanah bobodoran gaya Sunda.

Pelawak senior dari group D’Bodor itu meninggal pukul 06:55 pagi. Abah sempat dirawat di RS M Husni Thamrin, Cileungsi akibat penyakit jantung yang dideritanya. Jenazah Abah Us Us yang lahir 13 Juni 1940 itu disemayamkan di rumahnya Kota Wisata, Cibubur dan dimakamkan di Ujung Berung, Bandung.

Kabar meninggalnya Abah Us Us alias Ahmad Yusuf Wardapranata awalnya muncul dalam akun Twitter milik Hedi Yunus. "Innalillahi wa inna ilaihi roji'un, tlh meninggal dunia komedian senior ABAH US US td jam 6.55wib pagi akibat bocor jantung, mohon do'anya," tulis Hedi

Bersama Yan Asmi dan Engkus ‘Kusye’, Abah yang identik dengan peniti besar itu banyak berkiprah dalam lawakan segar gaya sunda dengan grup D’Bodors. Kepergian Abah ini hanya selang 40 hari dari Yan Asmi dengan nama lengkap Uyan Suryana yang menghadap sang Illahi pada 29 Maret di Sukabumi akibat penyakit liver yang dideritanya.

Penampilan terakhir grup yang jaya di era 80-an itu adalah saat mengisi acara di Zona Memori Metro TV sekitar 2 bulan lalu. Saat itu Abah Us Us, Yan Asmi dan Kusye berhasil mengocok perut penonton sekaligus bernostalgia. Tema lawakan yang ditampilkan nyaris sama saat mereka jaya dulu tapi tetap mengundang tawa penonton.

Abah Us Us juga sempat tampil dengan teman-teman D'Bodors-nya dalam tayangan komedi layar kaca Pas Mantab bareng Parto, Andre, dan Sule. Pelawak legendaris itu berhasil mendapatkan penghargaan Life Achievement dalam Festival Film Bandung, 23 April 2010 silam.

Abah saat jayanya di era 60-an kerap dijuluki Jerry Lewis Indonesia. Lawakannya sangat cerdas memadukan antara lawakan dan musik humor. Apalagi dipadu dengan nuansa bobodoran ala Sunda dengan aksen pasundan yang sangat kental.

D'Bodors di era jayanya sering tampil dalam acara-acara hiburan di TVRI dan tentu saja banyak ditunggu-tunggu pemirsanya. Biasanya mereka tampil di sela-sela acara musik seperti Selekta Pop, Aneka Ria Safari dan Kamera Ria.

Tak heran gara-gara lawakannya yang sangat dinamis dan populer dipadu dengan musik serta lagu yang menarik, Abah Us Us bersama D’Bodor-nya beberapa kali masuk dapur rekaman. Grup ini sempat menelurkan sejumlah album musik dan lawak.

Sebut saja album “Gadis dan Kumis”, “Gadis Manis Bau Jengkol” serta ‘Gadis 4 Sehar 5 Sempurna’. Lagu-lagu ini dibawakan dengan sangat jenaka. Bahkan grup ini juga membuat album kolaborasi dari Terminal Record dengan Desy Ratnasari bertajuk "Sari".

D’Bodors yang digawangi Abah Us Us, Kusye dan Yan Asmi merupakan generasi keempat dari kelompok lawakan ini. D’Bodors pertama, terdiri dari Teten Ahmad alias Mono (alm.) dan Dori (alm.). Kemudian D’Bodors kedua, Us-Us melawak bersama Suf Yusuf dan Rudi Jamil. Lalu yang ketiga, Us-Us melawak bersama Sambas anak Bandung.

Kini Abah Us Us telah meninggalkan kita. Celotehan dan peniti besarnya hanya tinggal kenangan. Namun karya bapak dari empat anak dan dua cucu itu akan tetap membekas di hati dan benak publik. Selamat jalan Abah… [mdr]

sumber : http://artis.inilah.com/news/read/2010/05/08/520061/pelawak-legendaris-itu-telah-pergi/